Bedah Umum

Subdural Hematoma

September 25, 2024

Subdural Hematoma

Subdural hematoma (SDH) adalah salah satu jenis pendarahan di dalam kepala. Hal ini terjadi ketika darah terkumpul di bawah dura mater, salah satu lapisan jaringan yang melindungi otak Anda. Kondisi ini paling sering terjadi akibat cedera kepala dan bisa berakibat fatal. SDH berkembang dari robekan pada pembuluh darah. Darah menumpuk dalam ruang antara duramater dan arachnoid mater. Perdarahan aktif ke dalam ruang ini disebut perdarahan subdural.

Klasifikasi

Jenis SDH meliputi:

  • Akut : Jenis ini merupakan yang paling berbahaya. Gejala yang terjadi bersifat parah dan muncul segera setelah cedera terjadi (menit hingga jam). Tekanan pada otak akan meningkat seiring dengan banyaknya jumlah darah yang terkumpul. Jika tidak terdiagnosis dengan cepat, Anda akan mengalami kelumpuhan, kehilangan kesadaran, hingga kematian.
  • Subakut : Gejala akan muncul dalam beberapa jam hingga hari atau berminggu-minggu.
  • Kronis : Lebih sering terjadi pada orang yang berusia diatas 65 tahun. Gejalanya akan muncul perlahan hingga berbulan-bulan. Cedera kepala ringan pun dapat menyebabkan SDH kronis. Bahkan Anda mungkin tidak akan ingat bagaimana cedera kepala itu terjadi.

Gejala

Gejala SDH mungkin muncul segera setelah trauma pada kepala Anda. Bisa juga berkembang seiring berjalannya waktu, bahkan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah cedera.

Tanda dan gejala SDH meliputi :

  • Sakit kepala yang tidak kunjung hilang
  • Pusing
  • Bicara tidak jelas
  • Mual dan muntah
  • Kelemahan di satu sisi tubuh
  • Masalah keseimbangan

Gejala SDH kronis juga meliputi:

  • Disorientasi
  • Hilang ingatan
  • Perubahan kepribadian

Penyebab

Cedera kepala menyebabkan sebagian besar SDH. Beberapa contoh penyebabnya ialah:

  • Jatuh dan kepala terbentur.
  • Menerima pukulan di kepala dalam kecelakaan mobil atau sepeda.
  • Mendapatkan cedera kepala karena penyerangan atau kekerasan fisik.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis secara menyeluruh. Mereka akan bertanya tentang gejala Anda, bagaimana dan kapan cedera kepala Anda terjadi, penyakit bawaan Anda, serta obat yang Anda minum. Jika dokter mengira Anda mungkin menderita SDH, mereka akan melakukan tes pencitraan kepala berupa CT Scan dan/atau MRI. Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat gambaran yang jelas tentang otak Anda dan menentukan lokasi serta jumlah pendarahan.

Tatalaksana

Dalam keadaan darurat, dokter akan menstabilkan pernapasan Anda dan tanda-tanda vital lainnya .

Untuk SDH yang parah, biasanya memerlukan pembedahan.

  • Kraniotomi : Ahli bedah saraf mengangkat sementara bagian tengkorak Anda sehingga mereka dapat mengakses dan menghilangkan hematoma. Teknik ini merupakan tatalaksana utama untuk SDH akut.
  • Lubang kecil : Ahli bedah saraf mengebor satu atau lebih lubang kecil ke tengkorak Anda. Mereka akan memasukkan selang melalui lubang untuk membantu mengalirkan darah. Lalu akan dibiarkan saluran pembuangan selama beberapa hari setelah operasi agar darah dapat terus terkuras. Teknik ini merupakan tatalaksana utama untuk SDH kronis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *