Nefrologi
Sindrom Nefritik
September 21, 2024

Deskripsi
Sindrom nefritik akut merupakan sekelompok gejala yang terjadi akibat peradangan ginjal. Ginjal yang meradang ini akan menimbulkan kencing berdarah sehingga warna air kencing akan menjadi merah atau gelap.
Sindrom nefritik dapat terjadi pada semua usia. Penyebabnya berbeda-beda berdasarkan usia dan mekanismenya berbeda-beda berdasarkan penyebabnya. Sindrom ini dapat terjadi secara cepat (akut) atau lama hingga bertahun-tahun (kronis).
Penyebab
Sindrom nefritik akut sering kali disebabkan oleh respons imun yang dipicu oleh infeksi atau penyakit lainnya.
Penyebab umum pada anak-anak dan remaja meliputi:
- Sindrom uremik hemolitik (gangguan yang terjadi ketika infeksi pada sistem pencernaan menghasilkan zat beracun yang menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan cedera ginjal)
- Henoch-Schönlein Purpura (penyakit kelainan pembekuan darah yang menimbulkan bintik-bintik merah di kulit)
- Nefropati IgA (antibody IgA menumpuk di ginjal yang menyebabkan peradangan)
- Glomerulonefritis pasca-streptokokus (peradangan ginjal akibat infeksi bakteri streptokokus)
Penyebab umum pada orang dewasa meliputi:
- Abses perut
- Hepatitis B atau C
- Endokarditis atau radang selaput dalam jantung oleh infeksi
- Glomerulonefritis atau radang ginjal (area penyaringan ginjal)
- Lupus (autoimun)
- Vaskulitis (radang pembuluh darah)
- Penyakit virus seperti mononukleosis, campak, dan gondongan
Gejala
Gejala umum dari penderita sindrom nefritik ini yaitu:
- Kencing berwarna merah seperti cola/air cucian daging
- Bengkak pada mata (kedua mata)
- Sulit kencing
- Tekanan darah meningkat
- Penglihatan kabur
- Batuk berdahak dan berbusa
- Sesak napas
- Lemas, mengantuk, kebingungan, dan nyeri kepala
Pengobatan
Kesembuhan tergantung pada penyebab penyakit nefritis ini. Anak-anak cenderung memiliki lebih baik dibandingkan orang dewasa dan biasanya pulih sepenuhnya. Sindrom ini jarang menyebabkan komplikasi. Sehingga, tujuan pengobatannya adalah mengurangi peradangan pada ginjal dan mengendalikan tekanan darah tinggi.
- Istirahat
- Batasi konsumsi garam, cairan, dan potasium
- Obat untuk mengontrol tekanan darah tinggi, mengurangi peradangan, dan mengeluarkan cairan berlebih di tubuh
- Dialisis ginjal/cuci darah jika kondisi ginjal buruk
Kapan harus mencari bantuan dokter?
Jika Anda memiliki gejala seperti di atas, Anda dapat mencari bantuan dokter untuk terapi lebih lanjut.